Siswi Cantik Tewas DItusuk, Ini Kata Wali Kota Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya dua kali mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menjadi lokasi penusukan terhadap salah seorang siswi SMK Baranangsiang Adriana Yubelia Noven Cahya di Jalan Riau,

Siswi Cantik Tewas DItusuk, Ini Kata Wali Kota Bima Arya
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya dua kali mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menjadi lokasi penusukan terhadap salah seorang siswi SMK Baranangsiang Adriana Yubelia Noven Cahya di Jalan Riau, Bogor Timur, Rabu (9/1/2019) dini hari dan siang hari. 
 
Diduga Noven ditikam oleh teman dekatnya yang hingga saat ini masih dalam pengejaran kepolisian. Saat mendatangi  TKP Bima didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Fahrudin, Kepala Satpol PP Harry Karnadi dan Camat Bogor Timur Adi Novan. Bima mengecek gang yang kini dipasangi garis polisi. Ia juga sempat berbincang dengan pengelola kost yang ditempati korban selama ini. Setelah melakukan pengecekan, Bima Arya mengunjungi sekolah korban.
 
Bima mengatakan, kedatangannya ke sskolah untuk mendalami kasus tersebut karena baginya bukan sekedar soal keamanan melainkan aspek pendidikan dan pembinaan.
 
"Saya mencoba untuk mendalami lingkungan ini. Untuk antisipasi kami dari Pemkot hal-hal yang perlu kami lakukan koordinasi lebih baik kedepannya. Bagi kami aspeknya bukan sekedar aspek keamanan, tapi juga aspek pendidikan dan pembinaan," ungkap Bima.
 
Bima melanjutkan, dimata guru dan rekan-rekannya, sosok Noven merupakan pribadi yang santun dan berprestasi. 
 
"Tadi kami berbincang dengan gurunya. Korban di sekolah merupakan anak yang baik, anak yang rajin dan anak yang berprestasi. Tidak ada masalah di sekolahnya. Pembinaan di sekolahnya berjalan dengan sangat baik. Kemungkinan besar berdasarkan informasi, ini masalah pribadi," jelasnya.
 
Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia di SMK Baranangsiang Benedikta Sarumaha menyatakan sekolah sementara diliburkan hari ini mengingat banyak guru dan murid yang ikut mengantarkan jenazah ke rumah orangtuanya di Bandung.
 
"Karena permintaan keluarga besar akan dimakamkan di sana, jadi jenazah di bawah ke sana tadi subuh," ujar Benedikta kepada awak media. 
 
Benedikta menjelaskan, Noven saat duduk di kelas 10 dan 11 merupakan murid yang aktif dan berprestasi. Malahan Noven sempat menjadi pengurus Osis juga. 
 
"Setahu saya anaknya santun, baik dan disiplin. Bahkan selalu rangking di kelasnya. Noven dikelas busana tidak ada laki-laki, tetapi Noven mempunyai teman satu kostan dan masih sekolah disini, namun berbeda jurusan," jelasnya.


Editor : inilahkoran