• Minggu, 26 September 2021

Bek PSM Dilaporkan Selamat Saat Terjadi Insiden Ledakan di Lebanon

- Kamis, 6 Agustus 2020 | 18:30 WIB
Pemain asing PSM Makassar, Hussein El Dor. (antara)
Pemain asing PSM Makassar, Hussein El Dor. (antara)

INILAH, Bandung - Pemain asing PSM Makassar, Hussein El Dor, dilaporkan selamat saat insiden ledakan besar di sekitar pelabuhan Kota Beirut, Lebanon, pada Selasa 4 Agustus 2020 waktu setempat.

"Hussein mengatakan saat terjadi ledakan, dirinya berdekatan dengan lokasi kejadian dan berhasil selamat," ujar media officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim yang berada di Jakarta saat dikonfirmasi dari Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Ia mengatakan, usai menerima informasi dari media atas kejadian ledakan itu, pihaknya langsung menghubungi Hussein, untuk memastikan keadaannya, mengingat yang bersangkutan sebelumnya pulang kampung ke Lebanon saat kompetisi diliburkan karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Pemain belakang skuad PSM Makassar ini, kata pria disapa akrab Sule, melaporkan dirinya dalam keadaan selamat, namun dampak yang ditimbulkan akibat ledakan dasyat itu menghancurkan sebagian Kota Lebanon termasuk pelabuhan setempat.

"Dia (Hussein) berhasil selamat dari musibah itu. Ia mengatakan hanya tuhan yang tahu bagaimana bisa kembali ke rumahnya. Ia berharap semua orang mendoakan Kota Beirut, khususnya bagi korban meninggal dan luka-luka," tutur Sule menerjemahkan kata Hussein melalui pesan yang diterimanya.

Hingga kini, pihak manajemen PSM Makassar terus berkordinasi dengan yang bersangkutan termasuk memberikan dukungan moral untuk tetap kuat dan semangat usai insiden tersebut.

Hussein El Dor sebelumnya didatangkan pada musim awal kompetisi shopee Liga 1 Indonesia. Pria kelahiran negara Pantai Gading itu mengisi posisi sebagai pemain belakang atau Bek di skuad PSM Makassar. Namun saat kompetisi berlangsung, wabah Covid-19 telah masuk ke Indonesia sehingga kompetisi dihentikan sementara.

Sebelumnya, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sumber ledakan dari 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan, lokasi terjadinya ledakan amat masif yang mengguncang Ibu Kota Beirut, Selasa (4/8).

Aoun menyebut bahwa penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut “tidak dapat diterima”, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Chelsea vs Man City, Performa Si Biru yang Mendadak Lesu

Minggu, 26 September 2021 | 09:55 WIB

Edin Dzeko: Ini Bukti Inter Milan Tim yang Hebat

Rabu, 22 September 2021 | 09:58 WIB
X