• Senin, 18 Oktober 2021

Demi Prestasi, Atletik Beradaptasi pada Masa Pandemi

- Selasa, 8 September 2020 | 21:30 WIB
Atlet Para Atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani melakukan pemanasan saat berlatih olahraga di lahan pertanian sekitar rumahnya di Simo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
Atlet Para Atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani melakukan pemanasan saat berlatih olahraga di lahan pertanian sekitar rumahnya di Simo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Dari pandangan psikologi, diperlukan tindakan reflektif sebagai alternatif mencari potensi agar atlet bertahan dan menghindari tekanan mental yang bisa dengan menekuni hobi masak, bermain musik, atau berkegiatan di media sosial.


  Intinya, atlet harus berusaha menemukan makna hidup baru dan mencari potensi dalam diri sendiri, namun bukan berarti melupakan fungsi dan tugas sebagai atlet.

Hal ini berkaitan dengan daya lenting dari mental seorang atlet. Bukan sekadar tangguh atau tahan menghadapi tekanan, namun juga atlet harus mempunyai kemampuan mengatasi dan bangkit dari keterpurukan dalam kondisi sekarang.

Hal ini diamini atlet senior lari gawang putri Dedeh Erawati, yang menilai berdiam diri akibat pandemi adalah hal yang berat untuk dijalani. 

Oleh karena itu, upaya penguatan mental merupakan hal dasar yang dibutuhkan atlet sekembalinya ke pelatnas.

Dia meminta pelatih tidak terlalu membebani atlet saat memulai latihan kembali karena bisa membuat kemampuan atlet menurun drastis akibat lama tak berlatih secara maksimal sebagaimana di pelatnas.

Kembali ke pelatnas

Sebagai tindak lanjut program pelatihan, awal Agustus PB PASI memutuskan kembali memulai program pemusatan latihan nasional dengan memanggil 15 atlet dan 11 pelatih untuk berlatih di Stadion Madya Senayan Jakarta.

Dalam pelatnas ini, para atlet dan pelatih akan mengikuti protokol kesehatan yang sudah dirumuskan PB PASI, termasuk sesuai dengan standar Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) yang mengharuskan peserta pelatnas menjalani uji PCR di Rumah Sakit Olahraga Nasional Cibubur.

Atlet pelatnas akan datang dalam dua gelombang. Gelombang pertama berisi 10 atlet dan lima orang sisanya pada gelombang kedua. Bagi atlet yang terdaftar dalam gelombang I, mereka akan terlebih dulu dites usap untuk memastikan kesehatannya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Neymar Cetak Gol, Brasil vs Uruguay Berakhir 4-1

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:02 WIB
X