• Jumat, 17 September 2021

Kaleidoskop 2020: Bulu Tangkis Indonesia, antara Pandemi dan Prestasi

- Jumat, 25 Desember 2020 | 11:15 WIB
Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (antara)
Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (antara)

INILAH, Bandung - Pandemi virus corona yang terjadi sepanjang tahun ini benar-benar  mengacaukan dunia, termasuk dunia olahraga.

Berbagai cabang olahraga terkena imbasnya, tak terkecuali bulu tangkis. Sejumlah turnamen besar batal digelar demi menjaga kesehatan dan  keselamatan pebulutangkis.

Pada 16 Maret 2020, atau tepat satu hari sesudah All England di Birmingham, Inggris, federasi bulu tangkis dunia (BWF) menangguhkan beberapa turnamen karena wabah Covid-19 yang semakin meluas.

BWF mengambil langkah itu karena memprioritaskan kesehatan atlet, ofisial dan juga komunitas bulu tangkis.  BWF juga mempertimbangkan larangan atau pembatasan perjalanan antar negara dan kebijakan karantina yang ditempuh guna membendung penyebaran secara global virus corona.

Aturan seperti itu otomatis semakin membatasi pergerakan atlet, terlebih dalam mengikuti turnamen-turnamen internasional yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari.

Beberapa turnamen besar yang terpengaruh keputusan penangguhan  BWF tersebut adalah Swiss Open, Singapore Open, Korea Open, China Open, Japan Open, French Open, Denmark Masters, Hong Kong Open, Indonesia Open, Malaysia Open, Thailand Open dan India Open.

Kemudina, Piala Thomas dan Uber, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, BWF World Tour Finals dan Olimpiade Tokyo sehingga penyelenggaraannya terpaksa diundur 2021 mendatang.

Sederet prestasi

Beruntung, sebelum wabah virus corona menyebar luas dan BWF mengeluarkan keputusan penangguhan, tim bulu tangkis Indonesia sudah menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan pada level internasional.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Liverpool vs AC Milan Sengit! The Reds Menang 3-2

Kamis, 16 September 2021 | 04:12 WIB
X