• Jumat, 22 Oktober 2021

Badosa Nilai Karantinanya di Australia sebagai Momen Terburuk

- Selasa, 26 Januari 2021 | 14:30 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Bandung - Petenis putri Spanyol Paula Badosa menggambarkan masa karantinanya yang diperpanjang menjelang turnamen Australian Open setelah tes positif virus corona, sebagai momen terburuk dalam kariernya, dan ia merasa diabaikan oleh penyelenggara.

Badosa, peringkat 67 dunia, adalah pemain pertama yang hasil tesnya positif virus setibanya di Australia menjelang turnamen dan tidak dapat meninggalkan kamar hotelnya hingga 31 Januari.

Jika Badosa ternyata terinfeksi virus corona varian baru, ia baru bisa kembali berlatih pada 5 Februari yang diyakini oleh petenis Spanyol itu bahwa akan terlambat untuk memulihkan kebugarannya.

Grand Slam Australian Open, yang telah ditunda selama tiga minggu karena pandemi, akan berlangsung 8-21 Februari.

"Saya merasa diabaikan karena saya tidak memiliki peralatan latihan yang saya minta lima hari lalu, saya belum diberi tahu jenis virus yang saya idap, saya tidak memiliki informasi dari turnamen tersebut," katanya kepada surat kabar Spanyol Marca, seperti dilansir Reuters, Senin.

Penyelenggara Australian Open tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Badosa, yang mengaku mengalami kecemasan dan klaustrofobia, hanya melakukan sit up di kamar hotelnya dan menggunakan botol air sebagai alat beban untuk mencoba tetap bugar.

Petenis berusia 23 tahun itu menambahkan bahwa ruangan yang dia bagi dengan pelatih Javier Marti itu tidak cocok untuk atlet elit.

"Ini pengalaman terburuk dalam karier saya," kata Badosa.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Bak MotoGP, Ronaldo dan Messi Balapan Cetak Rekor...

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Newcastle United Resmi Putuskan Kontrak Steve Bruce

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:30 WIB
X