• Jumat, 22 Oktober 2021

Peluang dan Tantangan Sirkuit Mandalika Jelang Homologasi untuk MotoGP

- Jumat, 9 April 2021 | 12:45 WIB
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

INILAH, Jakarta- Dalam waktu kurang lebih tiga bulan lagi, pengerjaan lintasan Sirkuit Mandalika harus rampung sebelum proses homologasi untuk menilai kelayakan sirkuit jalan raya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu untuk menggelar ajang balapan MotoGP dan WSBK.

Homologasi sendiri adalah proses standar persetujuan atau sertifikasi dalam dunia balap yang meliputi standar kendaraan balap, lintasan, dan komponen-komponen lainnya yang telah ditentukan untuk penyelenggaraan ajang balap.

Perwakilan dari Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial MotoGP dan WSBK, dan federasi balap motor internasional FIM, yang bertanggung jawab atas proses homologasi, pada Rabu telah meninjau progres pembangunan sirkuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut.

Dorna Sports diwakili oleh Managing Director Carlos Ezpeleta dan Loris Capirossi selaku promoter representative, sedangkan FIM mengirimkan safety officer Franco Ucini, yang juga mantan juara dunia 500cc 1982.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), selaku pengembang kawasan Mandalika, dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), sebagai operator sirkuit dan promotor grand prix, memberi Antara kesempatan melihat langsung proyek pembangunan trek di Jalan Kawasan Khusus itu jelang kedatangan Dorna.

Memang belum tampak struktur bangunan tinggi, seperti tribun atau paddock, karena saat ini konstruksi sedang difokuskan untuk menggarap aspal lintasan, pemasangan drainase, dan struktur keselamatan seperti gravel bed dan pagar pembatas beton yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Akan tetapi, layout sirkuit sepanjang 4,3km dengan 17 tikungan itu sudah mulai terlihat dengan aspal hitam, meski bukan lapisan teratas dan tersambung sepenuhnya.

Sistem drainase dan sebagian pagar beton di sepanjang lintasan juga sudah terpasang. Concrete barrier bermerek Geobrugg itu alat cetaknya didatangkan dari Swiss, Jerman dan Vietnam.

Akan tetapi, produksi dan pemasangannya diproses di Indonesia menggunakan beton lokal dengan spesifikasi sesuai standar FIA dan FIM.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Bak MotoGP, Ronaldo dan Messi Balapan Cetak Rekor...

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Newcastle United Resmi Putuskan Kontrak Steve Bruce

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:30 WIB
X