• Jumat, 24 September 2021

Skateboard dan Kisah Dua Anak Sekolahan Menggebrak Tokyo 2020

- Senin, 26 Juli 2021 | 22:00 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Bayangkan dua anak kelas satu SMP bertanding di level teratas kompetisi olah raga dunia yang kendati tak disaksikan penonton karena aturan pembatasan terkait COVID-19 melarang ada penonton Olimpiade Tokyo 2020 di dalam stadion, tetap saja memberikan tekanan yang bisa terlalu berat untuk anak yang menginjak dewasa pun belum.

Itulah yang terjadi ketika dua atlet muda belia bertarung dalam final street putri skateboard atau papan luncur Olimpiade 2020 di Ariake Sports Park, Tokyo, Senin, bersama dengan enam atlet lain yang salah satunya berusia 34 tahun.

Kedua anak gadis ini sungguh bocah-bocah istimewa. Mereka membuat dunia sejenak berpaling kepada skateboard yang baru kali ini dilombakan dalam Olimpiade.

Yang satu namanya Momiji Nishiya dari Jepang. Satunya lagi Raysaa Leal dari Brazil.

Sebelum berhadapan dalam Olimpiade Tokyo, mereka masing-masing merupakan runner up dan peringkat ketiga kejuaraan dunia skateboard di Roma pada 2021.

Nishiya berusia 13 tahun 330 hari, sedangkan Leal 13 tahun 203 hari. Di Indonesia, bocah seumur itu masih duduk di bangku kelas satu SMP.

Nishiya merebut medali emas nomor ini, untuk kemudian menjadi salah satu Olimpian termuda yang menyabet medali emas sepanjang masa.

Dia hanya dua bulan lebih tua dari Marjorie Gestring yang menjadi atlet termuda sepanjang masa ketika menjuarai loncat indah papan 3 meter putri pada Olimpiade Berlin 1936.

"Saya senang sekali menjadi (atlet Jepang peraih medali emas) termuda, dalam Olimpiade pertama saya," kata Nishiya kepada wartawan seperti dikutip AFP.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Edin Dzeko: Ini Bukti Inter Milan Tim yang Hebat

Rabu, 22 September 2021 | 09:58 WIB

Ruud Gullit: Semoga AC Milan Juara Liga Italia Musim Ini

Selasa, 21 September 2021 | 14:59 WIB
X