• Jumat, 17 September 2021

Spanduk dari Kaum Feminis 'Kotori' Debut Ronaldo di Man United, Kasus Pelecehan di Las Vegas Disebut-sebut

- Sabtu, 11 September 2021 | 23:08 WIB
Selebrasi Cristiano Ronaldo usai mencetak dua gol di laga Man United vs Newcastle, Sabtu 9 September 2021. (Twitter)
Selebrasi Cristiano Ronaldo usai mencetak dua gol di laga Man United vs Newcastle, Sabtu 9 September 2021. (Twitter)

INILAHKORAN, Bandung- Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dalam debutnya di laga Man United vs Newcastle, Sabtu 9 September 2011. Sayangnya, ada sebuah aksi protes dari para perempuan yang tergabung dalam kelompok feminis Level Up. Soal apa?

Cristiano Ronaldo langsung tampil menggila dalam laga di Stadion Old Trafford itu. Dia membuat fans seantero stadion bersorak lewat dua golnya ke gawang Newcastle. Pada akhirnya, Man United pun memang 4-1 setelah Bruno Fernandes dan Jesse Lingard masing-masing mencetak satu gol.

Tapi, ada sebuah pemandangan menarik jelang laga ini berlangsung. Sebuah spanduk terbentang di atas Stadion Old Trafford yang isinya bisa jadi bikin mata Cristiano Ronaldo terganggu. Spanduk tersebut berisi dukungan untuk seorang wanita yang telah menuduh Cristiano Ronaldo melakukan pelecehan seksual, beberapa waktu lalu. Spanduk yang terbang dengan menggunakan pesawat itu bertuliskan 'Believe Kathryn Mayorga".

Baca Juga: Man United vs Newcastle, Cristiano Ronaldo Cetak Dua Gol untuk Buktikan Ucapannya!

Kelompok feminis Level Up yang membuat spanduk tersebut, mengatakan mereka ingin "mengingatkan orang banyak" tentang tuduhan pemerkosaan yang menjerat Cristiano Ronaldo. Korbannya sendiri, adalah Kathryn Mayorga yang mengaku 'diserang' Cristiano Ronaldo di sebuah hotel di Las Vegas pada 2009 silam.

Kasus ini sebetulnya sudah masuk meja hijau. Pada 2019, jaksa AS mengatakan Ronaldo, yang membantah klaim tersebut, tidak akan menghadapi dakwaan.

Mayorga dilaporkan mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan Ronaldo pada 2010, yang melibatkan pembayaran £ 288.000 ($ 375.000) karena setuju untuk tidak pernah mempublikasikan tuduhan tersebut.

Kelompok Level Up mengatakan mereka ingin "mengganggu kemeriahan" seputar kembalinya sang pemain ke Manchester United.

Co-director kelompok itu Janey Starling mengatakan mereka ingin mengirim "pesan ke sepak bola bahwa tuduhan pemerkosaan tidak dapat ditendang dari lapangan".

Halaman:

Editor: Bsafaat

Sumber: BBC Sport

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liverpool vs AC Milan Sengit! The Reds Menang 3-2

Kamis, 16 September 2021 | 04:12 WIB
X