• Senin, 24 Januari 2022

Pemprov DKI Sebut Biaya Komitmen Formula E Tiap Kota Berbeda

- Rabu, 29 September 2021 | 22:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Lapangan Monas, Jumat, 20 September 2019. (ANTARA/Livia Kristianti/aa.)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Lapangan Monas, Jumat, 20 September 2019. (ANTARA/Livia Kristianti/aa.)

INILAHKORAN, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menyebutkan besaran biaya komitmen  Formula E setiap kota penyelenggara berbeda-beda sehingga wajar apabila ada yang lebih tinggi.

Dalam dokumen klarifikasi Formula E yang dikeluarkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta pada laman Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta, disebutkan biaya komitmen  tergantung dari tanggungan biaya penyelenggaraan di kota tersebut.

"Katanya besaran 'comittment fee' Formula E di Jakarta terlalu tinggi dibandingkan kota lain di dunia. Faktanya, perbandingan biaya komitmen antar kota tidak bisa dilakukan secara 'apple to apple'. Beberapa kota menanggung hampir seluruh biaya penyelenggaraan, sedangkan di sebagian kota yang lain FEO banyak menangug biaya," tulis dokumen tersebut.

Baca Juga: Polemik Formula E, Giring Ungkap Fakta Baru, : Sudah Tahu Kerugiannya Rp1,3 Triliun

Besaran biaya komitmen  masing-masing kota/negara tulis dokumen tersebut, berbeda-beda dipengaruhi oleh yang pertama apa saja yang ditanggung oleh Formula E Operations (FEO); kedua jarak lokasi dengan kota penyelenggara lain; ketiga kapan kota tersebut menjadi tuan rumah, di mana semakin akhir semakin tinggi komitmen fee.

Untuk Jakarta,  faktor-faktor yang mempengaruhi "fee" adalah:  FEO mengover biaya "broadcasting" ditambah penyiaran langsung ke 150 negara, akomodasi ribuan "official" selama sekitar satu bulan, biaya keamanan, biaya pengiriman barang, asuransi, panggung dan "stage".

Untuk biaya "broadcasting" (produksi dan penyiaran) saja, DKI menyebut diperkirakan mencapai 2 juta poundsterling.

Baca Juga: Turut Persoalkan Masalah Formula E, Tina Toon: Balapan Ga Bikin Kenyang

"Kemudian posisi geografis Indonesia membuat biaya logistik yang FEO harus keluarkan jauh lebih tinggi dari kota lain di Eropa dan Amerika," tulis dokumen tersebut.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X