• Sabtu, 27 November 2021

Sanksi WADA Sampai 2022, Merah Putih Berkibar di Ajang MotoGP, Formula E dan World Superbike?

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:22 WIB
Juara dunia MotoGP 2018 Marc Marquez
Juara dunia MotoGP 2018 Marc Marquez

INILAHKORAN, Bandung- Ketua National Olympic Committee (NOC) atau Komite Olimpiade Nasional, Raja Sapta Oktohari memastikan Indonesia belum terdampak sanksi WADA yang berlaku hingga oktober 2022 untuk event-event internasional.

Seperti diketahui, tahun depan Indonesia akan menghelat ajang-ajang internasional bergengsi termasuk World Superbike, MotoGP dan Formula E.

Raja Sapta menyebut, pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan International Olympic Committee (IOC) terkait sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA) untuk Indonesia untuk melakukan akselerasi pembebasan Indonesia dari sanksi WADA dan melakukan investigasi terhadap penyebab jatuhnya sanksi.

Baca Juga: Kisah Asmara Wanda Nara: Tiga Bulan Tak 'Disentuh' Maxi Lopez, Mauro Icardi Datang Menggoda (Bagian 4)

Ia pun berharap timnya bisa segera menjalankan tugas sehingga sanksi WADA bisa segera dicabut.

"Kami sudah komunikasi dan ada beberapa event yang tetap dapat dilakukan tapi secara detil mengenai event tersebut sampai hari ini belum ada surat resmi pembatalan event apapun yang dilayangkan kepada kami di NOC. Jadi kalau belum ada informasi yang resmi tentunya kita berasumsi bahwa belum ada satupun event yang dibatalkan atau tidak jadi dilaksanakan," kata Okto Saat dihubungi INILAHCOM, Selasa 19 Oktober 2021.

Saat ditanya kepastiaanya Okto masih enggan untuk berspekulasi lebih jauh. Okto yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Khusus untuk mengusut masalah sanksi WADA ini mengatakan, tetap optimis gelaran seperti Formula E dan Superbike masih aman.

Baca Juga: Kisah Asmara Wanda Nara: Ratu Seks itu Berjumpa Maxi Lopez sang Pujaan Hati (Bagian 3)

"Sebetulnya jika tidak dalam agenda IOC event tuan rumah kita bakal aman, Saya optimis karena mengaca Thailand sendiri yang sudah dibanned ternyata gelaran Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) bulan maret tahun mendatang tetap diadakan," katanya.

Ia juga berharap, tim komunikasi yang saat ini sedang dilakukan bisa mendapatkan hasil maksimal dan dukungan dari Komite Olimpiade Internasional tersebut.

"Jadi sekali lagi ini sebuah tata kelola yang tidak bisa lepas dari regulasi dunia dan semua telah diatur dalam olympic charter dan kita akan berusaha dan mohon doanya agar yang dilakukan bisa mendapatkan hasil yang maksimal," imbuhnya.

Di sisi lain, Pengamat Olahraga Erwin Fitriansyah mengatakan, Indonesia harus bisa mengantisipasi dan bergerak cepat terkait dampak dari sanksi yang diberikan WADA. Salah satunya adalah larangan menjadi ajang olahraga regional dan internasional.

Baca Juga: Kisah Asamara Wanda Nara: Argentina Geger! Bintang Porno Ngaku Selingkuhan Maradona (Bagian 2)

"Jadi itu kerugian luar biasa besar buat kita karena menjadi tuan rumah, mencalonkan diri, prosesnya memakan waktu dan butuh lobby kanan kiri, butuh dana, eh begitu tiba waktunya tidak boleh, ya tidak enak saja ya. Jadi kita harus hati-hati karena sanksi-sanksi tegas bisa kita hadapi di masa mendatang, itu yang harus diantisipasi oleh pemerintah maupun masyarakat olahraga kita," ucap Erwin kepada INILAHCOM, Selasa, (19/10).

Menurut Erwin, kasus ini ini harus segera diselesaikan. Dia menyoroti karena banyak agenda yang sudah di depan mata bakal terancam tidak berkibarnya kembali sang merah putih.

Baca Juga: Kisah Asmara Wanda Nara: Cinta Segitiga yang Berujung Pengkhianatan (Bagian 1)

"Di depan mata sudah ada Denmark Open bulutangkis jika kita menang bendera tidak naik lagi itu masalah besar karena itu hal yang sakral dan itu kan perwakilan negara kita gitu Bukan hal yang dianggap bisa dianggap remeh," ungkapnya.***

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X