• Senin, 29 November 2021

Kecewa! Balon Asprov PSSI Jabar Dedy Permana Kritik Keputusan PSSI Pusat

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:11 WIB
INILAHKORAN, Bandung - Bakal calon Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat, Dedy Permana menyayangkan dengan surat yang dilayangkan PSSI pusat terkait pemilihan pemimpin asosiasi sepak bola Jabar untuk periode 2021-2025 tersebut. 
 
Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, proses pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat harus dihentikan sementara karena terdapat anggota (voters) yang melayangkan keberatan, yakni PSSI asosiasi Kota Depok dan asosiasi Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menduga bahwa Komite Pemilihan (KP) Asprov PSSI Jabar tidak melakukan verifikasi data secara faktual ke lapangan perihal persyaratan bakal calon ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif (Exco) Asprov PSSI Jabar.
 
Dedy mengatakan seharusnya PSSI pusat langsung meminta keterangan dari Asprov PSSI Jawa Barat tanpa menghentikan proses kongres luar biasa. Terlebih, hanya terdapat dua voters yang keberatan atas proses tersebut. 
 
 
"Masa sekarang tiba-tiba menghentikan sementara. Apalagi yang mengadukannya cuma dua voters, bukan semuanya," ujar Dedy.
 
Seharusnya, lanjut Dedy, PSSI Pusat memberikan kesempatan kepada Asprov PSSI Jawa Barat untuk mengklarifikasi aduan tersebut sebelum menghentikan proses KLB. "KP harus segera mengklarifikasi terhadap tuduhan-tuduhan ini. Panggil segera voters yang membuat laporan itu, jelaskan semua prosesnya," tambahnya.
 
Dia juga meminta voters tidak sembarang menuduh dalam proses pemilihan tersebut. Apalagi, kata dia, komposisi KP merupakan hasil kesepakatan semua voters.
 
"Jadi jangan sembarang nuduh. KP itu keputusan kongres, bukan ditunjuk atau diusulkan oleh ketua PSSI," katanya.
 
 
Dedy berharap proses pemilihan ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. "Jangan sampai ada pihak yang sengaja ingin menghentikan pemilihan ini," tegasnya.
 
Sebelumnya, Ketua Umum Asprov PSSI Jabar, Tommy Apriantono membenarkan dengan surat PSSI pusat mengenai penghentian proses pemilihan tersebut. Bahkan, ia membenarkan bahwa penghentian itu terjadi karena adanya aduan dari beberapa voters terhadap KP Asprov PSSI Jabar
 
"Jadi semua (calon) lolos gitu, nah ini mempertanyakan. Tapi apakah itu didengar atau tidak, kembali lagi ke PSSI-nya. Bagaimana ke depannya," ungkap Tommy.
 
Tommy berencana akan menggelar rapat pada Minggu (24/10/2021) untuk bisa menanggapi surat yang dilayangkan PSSI pusat. Sehingga proses pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Jabar periode 2021-2025 bisa kembali berjalan.
 
 
"KP juga harus mempersiapkan kalau ada beberapa pertanyaan. Misalnya seperti calon A kenapa diloloskan, begitu juga si B. Kalau bisa jawab, ya tidak ada masalah harusnya," katanya.
 
Tommy sebenarnya mengaku tidak mengetahui secara pasti dengan kinerja KP. Sebab, ia juga mencalonkan diri untuk bisa kembali maju sebagai Ketua Umum Asprov PSSI Jabar periode 2021-2025. 
 
"Kalau (pemilihan) dulu dikeluarkan nama, lalu banding. Sekarang tidak ada yang digugurkan, jadi ya gada yang banding. Nanti minggu mau dirapatkan bagaimana mengantisipasinya, niat PSSI seperti apa. Misalnya mau menginvestigasi permasalahan yang ada di KP. Kalau KP bisa membuktikan, menurut saya bisa jalan lagi," pungkasnya.***(Muhammad Ginanjar)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X