Asisten Pelatih Juventus Ini Merasa Usianya Jadi Pendek Setelah Menang Lawan AS Roma

Juventus membukukan kemenangan menakjubkan 4-3 atas AS Roma. Tapi, Marco Landucci malah merasa umurnya jadi lebih pendek 5-6 tahun.

Asisten Pelatih Juventus Ini Merasa Usianya Jadi Pendek Setelah Menang Lawan AS Roma
Marco Landucci, asisten pelatih Juventus beraksi dalam duel di kandang AS Roma.

INILAHKORAN, Roma – Juventus membukukan kemenangan menakjubkan 4-3 atas AS Roma. Tapi, Marco Landucci malah merasa umurnya jadi lebih pendek 5-6 tahun.

Marco Landucci adalah asisten pelatih Juventus. Dia mengaku ketegangan yang tinggi setelah Juventus mencatat kemenangan sensasional di kandang AS Roma, Senin, 10 Januari 2022 dinihari WIB itu.

Juventus ketinggalan lebih dulu 1-3 saat laga berlangsung 60 menit. Tapi, tiga gol dalam tujuh menit ke gawang AS Roma mengubah segalanya, membuat senang Marco Landucci.

Mantan pemain legenda Fiorentina itu pun memuji penampilan kiper Wojciech Szcezsny yang tampil cemerlang. Salah satunya menyelamatkan eksekusi penalti.

Baca Juga: Nasib Pogba di Manchester United Tak Mau Terburu-buru

“Kalau kita memenangkan segalanya, itu lebih luar biasa. Gol Locatelli memberi kami kebangkitan antusiasme dan mampu membalikkannya,” katanya.

Marco Landucci juga memuji gol De Scoglio yang menunjukkan karakternya.

“Strategi kami sedikit bermanfaat, kita harus menunjukkan di lapangan. Hari ini, saya kehilangan 5-6 usia saya. Jika selalu berakhir seperti ini, akan menyenangkan,” tambahnya.

Baca Juga: Ini 10 Pemain Termahal Dunia Saat ini, Kemana Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo?

Marco Landucci mengakui Juventus mengawali pertandingan dalam ketakutan. Juventus ingin memainkan pola menyerang, tapi kecolongan melalui tendangan bebas.

“Kami mengubah segalanya di babak kedua karena kami sulit mencetak gol,” tambahnya.

Kemenangan kali ini membuat Juve yang berada di posisi kelima dengan 38 poin terus merawat asa mendekati zona empat besar yang hanya berjarak tiga poin jauhnya.

Sedangkan Roma yang menelan kekalahan di dua laga pembuka tahun 2022 tak beranjak dari urutan kedelapan dengan 32 poin, demikian catatan laman resmi Liga Italia.

Baca Juga: Paul Pogba Siap Tinggalkan Man United Kembali ke Juventus

Tammy Abraham membawa Roma memimpin pada menit ke-11 lewat gol sundulannya menyambut sepak pojok kiriman Jordan Veretout, tetapi tujuh menit kemudian Juve mampu mencetak gol balasan melalui sepakan melengkung Paulo Dybala yang tak terjangkau kiper Rui Patricio.

Skor imbang bertahan hingga turun minum dan tiga menit memasuki babak kedua Roma mampu merestorasi keunggulan saat tembakan Henrikh Mkhitaryan berbelok membentur Mattia de Sciglio yang membuat Szczesny terkecoh.

Tuan rumah kemudian memperlebar jarak keunggulan mereka pada menit ke-53 lewat eksekusi tendangan bebas akurat yang dilepaskan oleh Lorenzo Pellegrini.

Baca Juga: Kapan Juventus Bisa Move On dari Cristiano Ronaldo?

Namun, gol itu seperti melecut semangat para pemain Juve yang berhasil mengejar ketertinggalan melalui tandukan tajam Manuel Locatelli pada menit ke-70 menyelesaikan umpan silang dari Alvaro Morata.

Momentum tim tamu berlanjut dan dua menit kemudian Dejan Kulusevski menyambar bola muntah hasil tembakan Morata untuk menjebol gawang Roma.

Hakim garis sempat mengangkat bendera pertanda offside setelah bola bersarang ke gawang Roma, tetapi Davide Massa berakhir mengesahkan gol tersebut seusai berkonsultasi dengan VAR membuat kedudukan jadi imbang 3-3.

Baca Juga: Milan Taklukkan Roma, Pioli Makin Pede Bidik Scudetto, Rossoneri Tak Lagi Andalkan Keajaiban!

Kebangkitan Juve dilengkapi oleh De Sciglio yang memanfaatkan sapuan buruk Chris Smalling sebelum mengalahkan bek yang baru diizinkan kembali bermain setelah menerima vaksinasi COVID-19 itu dalam perebutan bola untuk melepaskan tembakan sentuhan pertama yang bersarang ke pojok kiri bawah gawang.

Juve yang sudah berbalik unggul 4-3 mendapat kerugian besar ketika wasit Davide Massa meninjau monitor VAR tepi lapangan dan mengganjar kartu kuning kedua kepada Matthijs de Ligt yang dinilainya menghalau bola umpan silang Mkhitaryan dengan tangannya.

Tak hanya itu, Massa juga menghadiahkan tendangan penalti untuk tuan rumah yang mengancam kebangkitan Juve berakhir sia-sia.

Pellegrini yang sudah membuktikan kemampuannya mengkonversi bola mati maju jadi algojo, tapi Szczesny berakhir menjadi pahlawan bagi Juve ketika ia mampu menebak arah bola dan mementahkannya untuk menjaga keunggulan tim tamu.

Roma berusaha keras menghindari kekalahan melawan sepuluh pemain Juve, tetapi dua peluang dalam injury time yang diperoleh Carles Perez dan Abraham mampu diredam oleh pertahanan tim tamu demi memastikan tiga poin penuh mereka bawa pulang dari Olimpico.

Kedua tim akan sama-sama main di kandang sendiri untuk pertandingan selanjutnya ketika Juventus menjamu Udinese di Stadion Allianz pada Sabtu (15/1) dan Roma sehari berselang kedatangan Cagliari.***


Editor : inilahkoran