Siapa Sangka, Kiper Juventus Ini Ternyata Selamatkan Penalti dalam Kebingungan

Wojciech Szczesny jadi pahlawan kemenangan Juventus 4-3 atas AS Roma. Padahal, penyelamatan penaltinya ternyata karena kebingungan.

Siapa Sangka, Kiper Juventus Ini Ternyata Selamatkan Penalti dalam Kebingungan
Aksi kiper Juventus, Wojciech Szczesny saat mengamankan eksekusi penalti pemain AS Roma, Lorenzo Pellegrini

INILAHKORAN, Roma – Wojciech Szczesny jadi pahlawan kemenangan Juventus 4-3 atas AS Roma. Padahal, penyelamatan penaltinya ternyata karena kebingungan.

Wojciech Szczesny menyelamatkan eksekusi penalti gelandang AS Roma, Lorenzo Pellegrini di menit ke-81. Sukses kiper Polandia berusia 31 tahun itu memastikan poin penuh untuk Juventus. Mereka mempertahankan kebangkitan dengan kemenangan 4-3.

Wojciech Szczesny mengaku emosinya meluap-luap setelah pertandingan berakhir. Sebab, Juventus mampu bangkit dari ketinggalan 1-3 untuk menang 4-3 melalui tiga gol dalam rentang waktu tujuh menit.

“Rasanya luar biasa setelah menyelamatkan penalti dalam momen sepenting itu. Saya melakukan apapun yang saya bisa untuk menyelamatkannya,” katanya.

Baca Juga: Asisten Pelatih Juventus Ini Merasa Usianya Jadi Pendek Setelah Menang Lawan AS Roma

Dia mengaku sempat kebingungan. Pasalnya, dia melakukan tindakan berpura-pura terlalu awal. “Saya beruntung karena tendangan Pellegrini mengarah ke saya. Tapi, itu perasaan yang bagus,” ujar kiper tim nasional Polandia itu.

Dia merasa bahwa penyelamatannya lebih disebabkan karena faktor keberuntungan ketimbang kemampuannya memikirkan saat yang tepat untuk melompat.

“Saya lebih merasa beruntung saja. Dalam melakukan eksekusi penalti, Pellegrini memiliki dua cara. Saya sempat membuang-buang waktu. Saya sedikit kehilangan keseimbangan,” ujarnya pula.

Baca Juga: Paul Pogba Siap Tinggalkan Man United Kembali ke Juventus

Kiper Polandia itu juga mengakui Juventus di bawah Massimiliano Pellegrini sudah semakin baik. Hanya, mereka masih kurang dalam hal personalitas. Padahal, itulah DNA Juventus sesungguhnya.

“Kami memiliki pemain dengan kualitas penting. Tapi kami perlu waktu memberi mereka kesempatan bermain di bawah tekanan,” tambahnya.

Dengan performa seperti saat ini, Pellegrini percaya Juventus berpeluang menyelesaikan kompetisi musim ini, setidaknya di posisi empat besar. Dengan begitu, mereka akan kembali tampil di Liga Champions.

“Jika ada di antara kai yang tak percaya itu, sebaiknya tinggal di rumah saha dan menonton pertandingan. Kita tak bisa menerima jika gagal lolos ke Liga Champions, bahkan di tahun yang sulit ini,” tukuknya.

Baca Juga: Verona vs AS Roma, Mourinho Buka Suara Soal Kekalahan Perdananya

“Kami adalah Juventus. Tapi, pertama-tama kami harus meningkat. Ambisi kami tak berubah, kami tetap ingin mencapai posisi teratas di Italia,” tegasnya pula.

Kemenangan atas AS Roma membuat Juventus tetap bertahan di peringkat kelima. Mereka tertinggal tiga poin di belakang peringkat keempat, Atalanta, yang juga memiliki satu laga sisa lebih banyak.

Tammy Abraham membawa Roma memimpin pada menit ke-11 lewat gol sundulannya menyambut sepak pojok kiriman Jordan Veretout, tetapi tujuh menit kemudian Juve mampu mencetak gol balasan melalui sepakan melengkung Paulo Dybala yang tak terjangkau kiper Rui Patricio.

Baca Juga: Milan Taklukkan Roma, Pioli Makin Pede Bidik Scudetto, Rossoneri Tak Lagi Andalkan Keajaiban!

Skor imbang bertahan hingga turun minum dan tiga menit memasuki babak kedua Roma mampu merestorasi keunggulan saat tembakan Henrikh Mkhitaryan berbelok membentur Mattia de Sciglio yang membuat Szczesny terkecoh.

Tuan rumah kemudian memperlebar jarak keunggulan mereka pada menit ke-53 lewat eksekusi tendangan bebas akurat yang dilepaskan oleh Lorenzo Pellegrini.

Namun, gol itu seperti melecut semangat para pemain Juve yang berhasil mengejar ketertinggalan melalui tandukan tajam Manuel Locatelli pada menit ke-70 menyelesaikan umpan silang dari Alvaro Morata.

Momentum tim tamu berlanjut dan dua menit kemudian Dejan Kulusevski menyambar bola muntah hasil tembakan Morata untuk menjebol gawang Roma.

Baca Juga: Mourinho Ogah Banyak Bicara Usai Roma Dibungkam Milan, Khawatir Dipecat...

Hakim garis sempat mengangkat bendera pertanda offside setelah bola bersarang ke gawang Roma, tetapi Davide Massa berakhir mengesahkan gol tersebut seusai berkonsultasi dengan VAR membuat kedudukan jadi imbang 3-3.

Kebangkitan Juve dilengkapi oleh De Sciglio yang memanfaatkan sapuan buruk Chris Smalling sebelum mengalahkan bek yang baru diizinkan kembali bermain setelah menerima vaksinasi COVID-19 itu dalam perebutan bola untuk melepaskan tembakan sentuhan pertama yang bersarang ke pojok kiri bawah gawang.

Juve yang sudah berbalik unggul 4-3 mendapat kerugian besar ketika wasit Davide Massa meninjau monitor VAR tepi lapangan dan mengganjar kartu kuning kedua kepada Matthijs de Ligt yang dinilainya menghalau bola umpan silang Mkhitaryan dengan tangannya.

Baca Juga: Ibrahimovic On Fire, 10 Pemain Milan Bungkam Roma, Rekor Mourinho Ambyar...

Tak hanya itu, Massa juga menghadiahkan tendangan penalti untuk tuan rumah yang mengancam kebangkitan Juve berakhir sia-sia.

Pellegrini yang sudah membuktikan kemampuannya mengkonversi bola mati maju jadi algojo, tapi Szczesny berakhir menjadi pahlawan bagi Juve ketika ia mampu menebak arah bola dan mementahkannya untuk menjaga keunggulan tim tamu.

Roma berusaha keras menghindari kekalahan melawan sepuluh pemain Juve, tetapi dua peluang dalam injury time yang diperoleh Carles Perez dan Abraham mampu diredam oleh pertahanan tim tamu demi memastikan tiga poin penuh mereka bawa pulang dari Olimpico.

Kedua tim akan sama-sama main di kandang sendiri untuk pertandingan selanjutnya ketika Juventus menjamu Udinese di Stadion Allianz pada Sabtu (15/1) dan Roma sehari berselang kedatangan Cagliari.***


Editor : inilahkoran