3 Calon Ketum KONI Jabar Jawab Tantangan di Diskusi SIWO PWI Jabar

Para calon Ketua Umum KONI Jabar mendapatkan tantangan besar di PON XXI yang akan berlangsung di Sumatera Utara-Aceh pada 2024.

3 Calon Ketum KONI Jabar Jawab Tantangan di Diskusi SIWO PWI Jabar
Diskusi yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat bertajuk Olahraga Menatap Masa Depan Olahraga Jawa Barat: Prestasi, Pembinaan, Organisasi di Aula Gedung PWI Jabar, Kamis 16 Juni 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Para calon Ketua Umum KONI Jabar mendapatkan tantangan besar di PON XXI yang akan berlangsung di Sumatera Utara-Aceh pada 2024 mendatang. Setidaknya harus bisa menciptakan hattrick di multi event olahraga nasional tersebut.

Pasalnya, sejak PON XIX 2016 lalu, Jabar berhasil menjadi juara umum setelah mengoleksi 217 medali emas, 157 perak, dan 157 perunggu. Dan kembali menjadi juara umum di PON XX 2021 dengan meraih 133 medali emas, 105 perak, dan 115 perunggu.

Akan tetapi, dalam diskusi yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat bertajuk Olahraga Menatap Masa Depan Olahraga Jawa Barat: Prestasi, Pembinaan, Organisasi di Aula Gedung PWI Jabar, Kamis 16 Juni 2022 ini, hanya tiga calon yang hadir.

Baca Juga: Alhamdulillah, Alumni Kartu Prakerja Ini Dapat Sepeda dan Laptop dari Jokowi

Ketiganya adalah Brigjen (Purn) Dr. Arief Prayitno yang saat ini menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Layar Indonesia (Porlasi) Jabar, Budhiana sebagai Ketua Harian KONI Jabar dan Ketua Federasi Thriatlon Indonesia (FTI) Jabar Kolonel (Tek.) Gunaryo. Sementara Ketua Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jabar H. Daud Achmad tidak nampak hadir.

Dalam pemaparannya, Budhiana memastikan akan mencontoh Ahmad Saefudin sebagai Ketua Umum KONI Jabar saat ini. Dua gelar juara umum di PON menjadi saksinya.

"Pak Ahmad adalah guru saya. Syukur Alhamdulillah Pak Ahmad bisa membuktikan bahwa Jabar bisa menjadi juara umum. Tidak hanya itu, di kepempimpinan Pak Ahmad, anggaran Rp20 miliar dikembalikan sebagai salah satu efisiensi," kata Budhiana.

Karena itu, Budhiana memiliki tekad yang besar untuk bisa membawa Jabar kembali menjadi juara di PON XXI 2024 mendatang. Diawali dengan membentuk benteng yang kokoh.

Baca Juga: Sempat Akan Tertimpa Balok di Kelas, Siswa SD Negeri Salenggang Mendapat Tenda Darurat Dari JQR dan Eiger

"Yang paling penting bagaimana mempertahankan estafet juara umum. Saya akan meminjam istilah Pak Yunyun (Ketua II KONI Jabar Bidang Pembinaan dan Prestasi) bahwa quality kontrol harus bagus dan di KONI Jabar gak boleh hadir kutu busuk untuk menjual atlet. Jadi bendungan KONI Jabarnya harus diperkokoh. Siapapun yang terpilih harus melakukan ini," tegasnya.

Disisi lain, Gunaryo memilih untuk fokus lebih dulu pada penyelenggaraan Porprov Jabar 2022. Menurutnya, dari kejuaraan olahraga yang akan digelar pada Juli mendatang akan ditemukan atlet-atlet berpotensial untuk bisa membawa Jabar meraih juara umum di PON XXI.

"Kita punya potensial menjadi juara umum PON di Sumatera Utara dan Aceh, kita petakan. Dan kita menunggu hasil Porprov karena itu akan menjadi program kita untuk menghadapi PON," kata Gunaryo.

Baca Juga: Bunda Kudu Tahu Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak Usia Prasekolah

Tidak jauh berbeda diungkapkan Arief Prayitno. Ia akan menggunakan strategi yang diturunkan Almarhum Azis Syarif selaku Ketua Umum KONI Jabar terdahulu dan Ahmad Saefudin untuk bisa membawa Jabar juara umum di PON XXI 2024.

"Kita lakukan rekrutmen atlet. Lalu bersama-sama menjadi yang terbaik. Pengurus tidak mungkin jalan sendiri. Contohnya dapat anggaran sekian juta harus terbuka dan alokasinya sesuai kebutuhan cabor masing-masing," kata Arief Prayitno.

Sementara itu, Ketua Umum KONI, Ahmad Saefudin memberikan kiat-kiat kepada para calon tersebut. Ia mengatakan menganalisis kemampuan sendiri menjadi hal yang wajib harus dilakukan.

Baca Juga: Kalah dalam Persidangan, Amber Heard Tetap Klaim Johnny Depp Lakukan Kekerasan, Ada Bukti Catatan Medis!

"Teknisnya, penguasaan teknik menjadi dasar, lalu manajemen pembinaan, Ikhtiar kita menjadi totalitas lahir batin. Sehingga menjadi keunggulan. Lalu ada kebijakan-kebijakan yang digabungkan KONI Jabar antara pemenang dan kesejahteraan. Mun menang dapat emas dan bonus bisa sekolah dan jaminan hidup. Sehingga menjadikan atlet lahir batin," kata Ahmad.

Ahmad sendiri mengapresiasi diskusi yang digelar SIWO Jabar ini. Menurutnya dari kegiatan ini, informasi bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

"Yang pasti saya akan memperpanjang diri karena itu adalah amanah AD ART. Maksimal enam bulan dan minimal saya mampu mempertanggung jawabkan. Kalau dilihat dari realita, tutup saja satu tahun ini sampai tanggal 31 desember. Selesai. Itu paling pas. Minggu ini Porprov, satu minggu evaluasi, satu minggu persiapan dan satu minggu kedepan pemilihan. Jadi Desember sudah ada pemimpin yang baru," tuturnya.

Baca Juga: Lirik Lagu​​ Where'd You Go – Fort Minor

Senada diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Asep Kusmana. Ia mengaku mendapatkan banyak hal dari kegiatan ini terutama mengenai keolahragaan.

"Kita tidak bicara sosok lah untuk Ketua KONI ini. Tapi yang penting adalah program. Saya sepakat dan saya juga sudah bicara dengan Pak Ahmad, siapapun yang menjadi Ketua KONI, yang jelas harus bisa melanjutkan program-program yang sudah bagus, yang sudah diinisiasi oleh kepemimpinan Pak Ahmad. Jadi harus berkesinambungan," kata Asep.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Jabar, Hilman Hidayat mengatakan diskusi ini sebenarnya kerap dilakukan SIWO Jabar. Namun kali ini tema yang diangkat lebih kepada calon Ketua Umum KONI Jabar.

Baca Juga: Bintang “Parks & Reaction” Aziz Ansari Resmi Menikahi Serena Skov Campbell, Simak Perjalanan Cinta Mereka!

"Mereka ada yang ingin menjadi Ketua, menggantikan Ketua lama. Kita ingin tahu juga programnya seperti apa. Dan belum tentu juga yang hadir disini juga terpilih. Kita hanya berdiskusi saja, mana yang terbaik," tutupnya mengakhiri.(Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran