Target Vaksinasi Bertambah, Pemprov Jabar Genjot Percepatan Booster Kalangan Remaja 

Pemprov Jawa Barat memastikan akan terus menggejot percepatan vaksinasi booster seiring bertambahnya target vaksinasi dari Pemerintah Pusat

Target Vaksinasi Bertambah, Pemprov Jabar Genjot Percepatan Booster Kalangan Remaja 
Pemprov Jabar tambah target vaksinasi booster kalangan remaja seiring bertambahnya tagert dari pemerintah pusat.
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan akan terus menggejot percepatan vaksinasi booster seiring bertambahnya target vaksinasi dari Pemerintah Pusat untuk sekitar 4 juta warga. Dengan penambahan target tersebut, Pemprov Jabar kini harus memenuhi target vaksinasi kepada sekitar 41 juta warga. 
Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan pihaknya telah menerima surat dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan target vaksinasi. Di mana dari yang semula percepatan vaksinasi Jabar ditargetkan kepada 37.907.814 warga, kini bertambah sekitar 4 juta warga dari target tersebut. 
"Target tambahan yang diberikan Kemenkes itu sekitar di 4 juta untuk Jabar," ujar Dedi Supandi, Minggu (14/8/2022). 
Menurut Dedi Supandi, penambahan target yang diberikan Pemerintah Pusat tersebut berkaitan dengan vaksin booster bagi anak-anak dan remaja. Mengingat vaksinasi booster untuk kalangan tersebut, khususnya remaja saat ini cenderung masih kecil. 
Hal tersebut berbeda dengan vaksinasi booster untuk kalangan lainnya.  
"Kalau kita lihat untuk persentase yang pelayanan publik sudah bagus boosternya, terus yang lansia sudah bagus, yang anak anak juga sudah bagus. Bahkan yang masih kecil itu yang remaja," paparnya. 
Karena itu, Dedi menyampaikan, pihak bakal mendorong vaksinasi booster bagi remaja setelah Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahap II yang digelar selama Agustus 2022 ini. 
"Kita akan lakukan percepatan booster bagi remaja. Kita sukseskan dulu yang bulan ini, Bulan Imunisasi Anak Nasional," katanya. 
Dedi menilai, dengan adanya penambahan target kepada 4 juta warga tersebut, otomatis rata-rata percepatan vaksinasi di Jabar pun menurun dari 90 persen menjadi 85 persen. 
"Jadi kita harus pacu lagi. Karena target yang sebelumnya di 37.900.000 sekian bertambah menjadi sekitar 41 juta," katanya. 
Sebelumnya, Dedi mengungkapkan, vaksin booster untuk remaja baru 207.758 atau 4,27 persen dari total target sasaran 4.867.047 orang. Angka tersebut berdasarkan data 14 Januari 2022 hingga 25 Juli 2022.
"Untuk dosis pertama golongan remaja sendiri sudah mencapai jumlah 4.603.093 atau 94,58 persen. Sedangkan dosis kedua 4.120.352 atau 84,66 persen. Dosis ketiga harus lebih ditingkatkan," kata Dedi Supandi.
Vaksinasi booster untuk remaja ini, Dedi menyampaikan, harus terus ditingkatkan mengingat aturan untuk mobilitas sudah mewajibkan menunjukkan bukti vaksin ke tiga tersebut. Meski pun, ada syarat pengganti dengan menunjukkan hasil vaksin kedua dan negatif tes PCR.
"Perjalanan dari mulai perjalanan penerbangan, kereta api, mereka wajib vaksin booster. Bahkan termasuk juga latihan renang, dan sebagainya, semua kita wajibkan sudah vaksin booster," katanya. (Riantonurdiansyah) 


Editor : asayuti