Tiket Mahal, Empat Penerbangan ke Bandung "Hilang"

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengeluhkan terkait kenaikan tiket pesawat terbang. Dia mengatakan, tingginya harga tiket itu mengakibatkan jumlah penerbangan ke Bandung "menghilang."

Tiket Mahal, Empat Penerbangan ke Bandung "Hilang"
INILAH, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengeluhkan terkait kenaikan tiket pesawat terbang. Dia mengatakan, tingginya harga tiket itu mengakibatkan jumlah penerbangan ke Bandung "menghilang."
 
"Kita di Bandung merasakan dampak kenaikan harga tiket pesawat. Sekarang jumlah penerbangan ke Bandung berkurang," kata Ridwan Kamil dikutip Antara, Kamis (21/2/2019). 
 
Dia menyebutkan, sebelumnya per hari itu ada belasan penerbangan ke Bandung. Namun, kini jumlahnya berkurang empat penerbangan. 
 
Pria yang akrab disapa Emil itu menuturkan akibat kenaikan harga tiket pesawat itu membuat orang berpikir ulang ketika hendak berpergian ke daerah lain untuk keperluan pekerjaan atau wisata.
 
"Seharusnya, dicarikan jalan keluarnya seperti apa. Karena kalau tiket naik akan jadi kendala bagi daerah," tambahnya.
 
Dia mengharapkan, keluhan pemerintahan daerah terkait dampak kenaikan tiket pesawat itu seharusnya bisa dicermati Kementerian Perhubungan.
 
"Kalau bisa, curhatan daerah bisa dipahami oleh Kemenhub. Sebelum menaikkan harga, diskusi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah yang akan terdampak," ujar Emil.
 
Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebutkan percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah bisa dilakukan dengan mendorong dua sektor utama yaitu industri dan pariwisata.
 
"Bekerja di sektor industri dengan gaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR) sekitar Rp2,2 juta masih lebih baik dari pada penghasilan petani yang hanya sekitar Rp1 juta per bulan," katanya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Padang.
 
Agar industri itu bisa berkembang dengan baik, sumber daya manusia (SDM) di daerah harus ditingkatkan dengan berbagai cara oleh berbagai pihak. Termasuk, pemerintahan pusat dan provinsi.


Editor : inilahkoran