Walah! Bakal Calon Kuwu di Kabupaten Cirebon Jiwanya Terganggu

Pilwu serentak Kabupaten Cirebon tahun ini ternyata tidak semudah yang dikira. Sejumlah bakal calon malah dinyatakan tidak sehat jiwanya.

Walah! Bakal Calon Kuwu di Kabupaten Cirebon Jiwanya Terganggu

INILAHKORAN, Cirebon - Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak Kabupaten Cirebon tahun ini ternyata tidak semudah yang dikira. Salah satu peryaratan untuk maju dalam bursa Pilwu serentak yaitu harus mengantongi hasil surat tes Minnesota Multiphasic Persinality Inventory (MMPI).

Namun sayangnya, sejumlah bakal calon kuwu malah dinyatakan tidak sehat jiwanya.

Tercatat, dari total sekitar 560 peserta tes ditemukan ada enam persen dari peserta yang menjalani tes di RSUD Arjawinangun dinyatakan tidak sehat jiwa.

Meski demikian, ada sekitar 100 lebih peserta yang mengulang kembali dan sudah dinyatakan sehat jiwa.

Baca Juga: Duh... Bakal Calon Kuwu di Cirebon Banyak Menggunakan Ijazah Kesetaraan yang Diduga Palsu

Direktur RSUD Arjawinangun Bambang Sumardi mengatakan, tes tersebut sudah umum digunakan dalam berbagai momen. Salah satunya pelaksanaan Pilkada Cirebon dan Pilpres kemarin. Sementara, untuk Pilwu serentak juga memang dilakukan tes MMPI.

"Tes ini sebenarnya sudah umum dilakukan karena merupakan syarat wajib. Ya kami harus melakukan juga tes MMPI kepada balon kuwu. Kami hanya menerbitkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani," ungkapnya.

Menurutnya, khusus untuk MMPI ada 500 lebih soal yang harus dikerjakan dalam 2 jam. Tes tersebut diharapkan mampu membuat gambaran kondisi mental dan psikis peserta, yang nantinya akan menjadi pemimpin di desa masing-masing.

Baca Juga: Wow...Anggaran Pilwu Cirebon Rp21 Miliar

"Kita tidak masuk ke dalam ranah politis, kita hanya melakukan tes sebagai syarat peserta seperti yang tertuang dalam perbup. Memang awalnya banyak yang dinyatakan tidak sehat jiwa. Tapi sebagian besar mengulang dan menjalani test lagi sampai dengan dinyatakan sehat. Kalau tidak salah ada 100 lebih yang mengulang dan hanya yang enam persen ini yang tidak mengulang,"ujarnya.

Bambang menilai, banyak faktor yang menyebabkan kejiwaan calon terganggu. Diantaranya, peserta yang mengerjakan soal secara terburu-buru dan saling mencontek. Alhasil, nilai yang didapat tidak sesuai dengan harapan.

"Yang hasilnya dinyatakan tidak sehat jiwa sebenarnya diperkenankan mengulang kembali. Kisaran biayanya sekitar 425 ribuan," jelasnya.

Baca Juga: Daddy Rohanandy Sebut Penundaan Pilwu 2021 Merupakan Langkah Tepat

Namun aku Bambang, pihaknya tidak punya otoritas lebih, terkait hasil tes tersebut. Namun hasil tes langsung diberikan kepada peserta dan lampirannya sudah ditembuskan kepada DPMD.

Hal senada dikatakan Kepala DPMD Kabupaten Cirebon Erus Rusmana, Minggu 10 Oktober 2021. Erus mengakui, pihaknya diminta klarifikasi langsung oleh Direktur RS Arjawinangun. Hal itu sesuai aturan kalau saja memang ada keraguan dari PPS. Sementara yang menerima hasil tes adalah yang bersangkutan dan pihak DPMD.

Baca Juga: Sunanto Menangi Pilwu Wangunharja

"Mungkin PPS yang sudah menerima tes MMPI. Ya memang kami akan melakukan klarifikasi juga untuk masalah tes kejiwaan ke pihak rumah sakit. Aturannya kan begitu. Tapi bukan masalah ini saja, verifikasi syarat lainnya akan kita konfirmasi ke pihak terkait, kalau PPS menemukan keraguan," tukasnya.***(maman suharman)


Editor : inilahkoran