Warga Asal Cipeundeuy KBB Budidayakan Pisang Cavendish dan Mas Kirana

Dikenal sebagai penghasil ikan air tawar terbesar di Jawa Barat (Jabar), Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata memiliki potensi besar di bidang agraria.

Warga Asal Cipeundeuy KBB Budidayakan Pisang Cavendish dan Mas Kirana
Dikenal sebagai penghasil ikan air tawar terbesar di Jawa Barat (Jabar), Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata memiliki potensi besar di bidang agraria./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Dikenal sebagai penghasil ikan air tawar terbesar di Jawa Barat (Jabar), Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata memiliki potensi besar di bidang agraria.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya lahan sawah, termasuk melimpahnya hasil pertanian berupa palawija, cabai hingga mentimun.

Tak cukup sampai di situ, terobosan di bidang perkebunan kembali diperlihatkan dengan menghadirkan budidaya pisang cavendish dan mas kirana yang diinisiasi warga setempat, yakni Khoirudin.

Baca Juga : Calonkan Diri Jadi Ketum KONI Jabar Baru, Begini Visi Misi Budi Setiawan

Ia mengaku, mulai mencoba budidaya pisang cavendish dan mas kirana sejak tiga bulan lalu. 

"Kalau sebelumnya saya gak pernah membudidayakan pisang, ini  pertama kali saya coba," katanya yang juga pegawai di kantor Pemerintah Kecamatan Cipeundeuy, Kamis 24 November 2022.

Tak hanya itu, menurutnya, budidaya pisang cavendish dan mas kirana menjadi yang pertama di Cipeundeuy. 

Baca Juga : Ngaku Ajudan Wagub Jabar, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam Polda Jabar

"Selama tiga bulan masa pemeliharaan, jenis pisang yang kerap dijual di supermarket ini tumbuh dengan baik," tuturnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pohon-pohon pisangnya ditanam di lahan seluas 9 hektare dan tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Cipeundeuy.

"Penanaman pohon pisang itu disebar di Blok Cihampelas Desa Sukahaji seluas 1 hektare, Blok Junghil Desa Bojongmekar seluas 6 hektare, Blok Gunung Kuda Desa Ciroyom 1 hektare, dan Blok Darul Ilmi Desa Nanggeleng 1 hektar," terang warga Kampung Ciwaru RT 03/RW 09,  Desa Bojongmekar, Kecamatan Cipendeuy ini.

Ia mengaku, dirinya bekerja sama dengan PT Agro Kreasi dari Purwakarta yang menyediakan bibit sekaligus penampung hasil panen. 

"Jadi tidak akan kesulitan untuk menjual hasil panen karena sudah ada yang menampung," ujarnya.

Ia merinci, untuk 1 hektare ditanam 2.000 pohon dengan biaya yang dikeluarkan Rp 4.000 per pohon. Adapun harga jual untuk pisang mas kirana mencapai Rp 4.000 per kilogram.

Baca Juga : Gak Bosan Masuk Penjara, Residivis di Bandung Ditangkap Polisi Usai Maling Motor

Sedangkan untuk pisang cavendish harga jualnya Rp 3.000 per kilogram dan dalam satu pohon bisa menghasilkan 30 kilogram.

"Pisang mas kirana sudah bisa dipanen pada usia 6-7 bulan. Sementara pisang cavendish baru bisa dipanen saat usianya memasuki sembilan bulan," sebutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cipeundeuy, Agus Ganjar menuturkan, budidaya pisang cavendish dan mas kirana cukup menjanjikan. Sebab, lahan di Cipeundeuy cocok ditanami dua jenis pisang tersebut.

Baca Juga : Badan Geologi Pastikan Episentrum Gempa Cianjur Tidak pada Sesar Cimandiri

"Apa yang dilakukan warganya tersebut menjadi terobosan untuk pengembangan sektor pertanian di Cipeundeuy," tuturnya.

"Bahkan ini menjadi era kebangkitan setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi COVID-19," sambungnya.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan warganya pula bisa menjadi inovasi di bidang pertanian lantaran keberaniannya membudidayakan pisang yang sebelumnya tak pernah dilakukan petani di Cipeundeuy.

"Terobosan yang patut kita apresiasi," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana