• Rabu, 22 September 2021

Bos Huawei: AS Pengecut, Tak Berani Bersaing

- Kamis, 4 April 2019 | 09:00 WIB

INILAH, Bandung - Blokir AS terhadap produk-produk besutan Huawei membuat salah satu petinggi perusahaan teknologi China itu geram.
 
Deputy Chairman of the Board and Rotating Chairman Huawei Guo Ping baru-baru ini melontarkan pernyataan keras dengan menuding AS tidak mampu bersaing, sehingga harus menjelek-jelekan Huawei dengan tuduhan menjalankan aktivitas mata-mata untuk China.
 
"Pemerintah AS punya tabiat pengecut. Mereka menjelekkan Huawei karena tidak mampu bersaing melawan kami," ujar Guo, dalam sebuah konferensi yang berlangsung di markas Huawei di Shenzen, China, seperti dilansir CNBC.
 
AS diketahui telah memblokir seluruh produk teknologi bikinan Huawei, mulai dari perangkat infrastruktur jaringan hingga smartphone terbaru Huawei tak bisa masuk ke Negeri Paman Sam itu.
 
Pemerintahan Donald Trump mencurigai adanya niatan China menggunakan perangkat-perangkat bikinan Huawei untuk memata-matai negara lain, termasuk AS.
 
Huawei berulang kali menyangkal kecurigaan ini. Raksasa China itu pun telah menggugat undang-undang yang ditandatangani Presiden Trump, yang melarang beberapa institusi AS untuk membeli dan menggunakan produk Huawei. Menurut Huawei, pelarangan tersebut tidaklah konstitusional.
 
Guo tak memungkiri bahwa pemblokiran Huawei di AS menimbulkan masalah di beberapa hal. Namun, bagi konsumen, menurut dia, seharusnya mereka sendiri yang akan menentukan, apakah akan menggunakan produk Huawei atau tidak.
 
"Negara-negara yang bekerja sama dengan Huawei akan mendulang keuntungan di era ekonomi digital yang akan datang," sebut Guo.
 
Meski demikian, masih banyak ahli yang meragukan keamanan peralatan Huawei. Hal ini lantaran hukum di China yang mengharuskan perusahaan domestik memberikan data intelijen ke pemerintah jika diminta.
 
Baru-baru ini, Inggris mengungkap adanya risiko keamanan dari software Huawei terhadap perangkat jaringan, tapi belum melakukan blokir terhadap perusahaan China tersebut. Jerman dan Italia pun sejauh ini belum melarang penggunaan perangkat Huawei.(job iqbal, sumber: inilah.com)

Editor: inilahkoran

Terkini

Pelaku Jambret Bocah Viral di Medsos Dibekuk

Selasa, 16 Februari 2021 | 10:40 WIB

Masalah Warisan, Anak Tega Teriaki Sang Ayah 'Maling'

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:40 WIB

Wow, TikTok Rekrut Ribuan Karyawan di Amerika

Rabu, 22 Juli 2020 | 12:20 WIB

Bagaimana Tubuh Kita Sendiri Melawan Covid-19

Kamis, 2 April 2020 | 08:08 WIB

Masjid Paling Dalam di Dunia Ada di Papua

Selasa, 31 Maret 2020 | 03:44 WIB

LEMURIA, Nenek Moyang Nusantara yang Hilang

Senin, 9 Maret 2020 | 09:03 WIB
X