• Selasa, 26 Oktober 2021

LEMURIA, Nenek Moyang Nusantara yang Hilang

- Senin, 9 Maret 2020 | 09:03 WIB

Untuk pertama kalinya, lebih dari 90 ilmuwan dari konsorsium Pan-Asian SNP dinaungi oleh Human Genome Organisation (HUGO) melakukan studi terhadap 73 populasi Asia Tenggara dan Asia Timur untuk mempelajari pola migrasi dalam sejarah manusia dan hubungan antara genetik dan penyakit.

Hasil riset terbaru deoxyribonucleic acid atau DNA tentang asal-usul manusia Asia menunjukkan bahwa Asia Tenggara merupakan sumber geografis utama dari populasi di Asia yang kemudian menyebar ke utara.

“Nenek-moyang bangsa-bangsa Asia yang keluar dari Afrika sekitar 100.000 tahun lalu itu menyusuri sepanjang pesisir selatan ke arah timur dan lebih dulu berpusat di Asia Tenggara sekitar 60.000 tahun lalu, baru kemudian menyebar ke berbagai kawasan di utaranya di Asia,” kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr Sangkot Marzuki kepada pers di Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Menurut Sangkot Marzuki, kesimpulan terbaru ini membantah teori sebelumnya yang menyebut bahwa ada jalur majemuk migrasi nenek moyang bangsa Asia, yakni melalui jalur utara dan jalur selatan, serta membantah bahwa bangsa Asia Tenggara (yang berbahasa Austronesia) berasal dari Taiwan.

Hal itu terlihat pula dari heterogenitas genetik yang makin ke selatan semakin tinggi, sedangkan etnik-etnik di kawasan Asia lebih utara lebih homogen. Demikian dikatakan Sangkot yang merupakan salah satu pemrakarsa riset tersebut.

Riset ini dilakukan oleh lebih dari 90 ilmuwan dari konsorsium Pan-Asian SNP (Single-Nucleotide Polymorphisms) dinaungi Human Genome Organization (Hugo) yang meneliti 73 populasi etnik Asia di 10 negara (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, China, Korea, Jepang, dan Taiwan) dengan total sekitar 2.000 sampel. Ernst Haeckel,( 16 Februari,1834 –9 Agustus,1919).

Seorang taksonomis German penganut teori Darwin,pernah mengusulkan Lemuria sebagai “kunci” dari mata rantai yang hilang dari beberapa temuan fosil.

Menurut beberapa sumber; Haeckel pernah menyatakan bahwa untuk melacak asal usul manusia amat sulit ,dan dia juga mengklaim bahwa banyak jejak fosil yang tidak dapat ditemukan karena sudah tenggelam di dasar laut.

Ketika Charles Darwin menerbitkan bukunya “On the Origin of Species by Means of Natural Selection” pada tahun 1859,yang menyebutkan bahwa nenek moyang manusia tidak dapat ditemukan karena adanya missing link.

Halaman:

Editor: baconick

Terkini

X