• Selasa, 26 Oktober 2021

Menkes Terawan Dapat Sentimen Buruk dari Warganet

- Rabu, 1 April 2020 | 12:10 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Jakarta - Lembaga Next Policy melakukan riset berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk melihat kepemimpinan kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Untuk itu, Next Policy melakukan penelitian dengan melihat sentimen para menteri kabinet melalui pengumpulan data teks di media sosial Twitter sejak 11 Desember 2019 hingga 2 Maret 2020.

Penelitian ini menggunakan machine learning dengan metode Analisis Media Sosial Nusantara berbasis AI (AMENA). Analisis AMENA menghasilkan visualisasi data berupa peta sentimen positif, negatif, dan netral.

COVID-19 pertama kali muncul dalam perbincangan warganet di Twitter pada 15 Januari 2020. Kemudian Next Policy melakukan pengumpulan data teks untuk melihat sentimen publik terhadap para menteri kabinet Jokowi- Ma'ruf Amin, yang memiliki peran strategis dalam penanganan wabah COVID-19.

Mereka adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Terkait sektor ekonomi, ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

Ringkasnya, riset Next Policy menyebutkan sentimen warganet kepada Menteri Terawan naik 297 persen menjadi 18.150 tweets sejak dilantik hingga 2 Maret lalu.

Melalui kata kunci dengan filter 'Terawan' dan 'corona' ditemukan 2.870 tweets yang berkaitan dengan respons Menkes Terawan terhadap kasus COVID-19.

Hasil lengkapnya, sentimen negatif terhadap Menkes Terawan lebih tinggi dibandingkan sentimen positif, yakni 1.493 tweets banding 360. Sementara sentimen netral 1.071 tweets.

Lonjakan sentimen negatif Terawan terjadi periode 28 Januari-28 Februari 2020. Saat itu, Terawan membuat beberapa pernyataan, antara lain bahwa kunci mencegah penularan COVID-19 adalah imunitas dan berdoa.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Terkini

X