Gelar Diskusi Menulis Rilis, Komunitas Barkop Hadirkan Public Relations Officer ITB

Komunitas Kreatif Barkop menggelar diskusi secara virtual terkait proses pembuatan rilis pers. Barkop Hadirkan Public Relations ITB

Gelar Diskusi Menulis Rilis, Komunitas Barkop Hadirkan Public Relations Officer ITB
Gelar Diskusi Menulis Rilis, Komunitas Barkop Hadirkan Public Relations Officer ITB

INILAHKORAN, Bandung – Komunitas Kreatif Barkop menggelar diskusi secara virtual terkait proses pembuatan rilis pers.

Mengundang Public Relations Officer Institut Teknologi Bandung (ITB), Adi Permana. Acara ini digelar pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 20.30 WIB.

Dalam pemaparannya, Adi Permana mengatakan bahwa dalam menulis dan membuat rilis pers tidak terlalu berbeda dengan membuat produk jurnalistik.

Adi menyebut, rilis harus berisi konten yang menarik dan menyajikan news value. Hal ini tak lain agar rilis tersebut dapat menarik perhatian wartawan.

Baca Juga: Mau Konten FYP Tiktok?, Coba Pake 3 Lagu Jadul Justin Bieber yang Masih Hits Ini!

“Wartawan suka rilis yang komplet, jadi mereka gampang mengutip rilis dari humas,” beber Adi Permana.

Namun, Adi mengatakan bahwa dalam menulis rilis jangan terlalu promosi karena itu kurang menarik perhatian dari wartawan.

Lebih lanjut, pria yang tengah menempuh pemdidikan S2 Komunikasi ini menuturkan dalam rilis alangkah baik mencantumkan kutipan.

Hal itu menurutnya akan memudahkan wartawan dalam mengambil kutipan dan mencantumkan narasumber yang lengkap.

Baca Juga: BPBD Tetapkan Status Waspada Gelombang Tinggi di Selatan Pantai Cianjur

Baca Juga: Suap Perpajakan Alfred Simanjuntak Segera Disidangkan

Dalam sesi diskusi, seorang peserta, Robby Darmawan menanyakan terkait bagaimana tim humas membuat rilis klarifikasi jika ada pemberitaan yang buruk terkait sebuah instansi.

Menjawab hal itu, Adi menyebut humas tidak bisa berdiam diri dalam menghadapi persoalan itu.

Humas yang biasanya berada di ring satu sebuah instansi harus berperan aktif dan meminta keputusan pimpinan instansi terkait untuk melakukan tindakan.

Menurutnya, humas perlu memberikan saran terkait langkah yang mesti dilakukan instansi tersebut.

Baca Juga: Saat Ditangkap Polisi, Komika Fico Fachriza Masih Sakau

“Kan ada berita (buruk) yang akan tenggelam sendiri, tapia da juga yang mesti ditindak lanjuti,” ucap Adi.

Saat menghadapi persoalan semacam itu, Adi mengatakan perlu sebuah instansi melakukan konfrensi pers atau klarifikasi.

Dia menambahkan, klarifikasi yang disampaikan harus memberikan penjelasan lengkap terkait persoalan yang ada dan jangan justru memunculkan informasi yang abu-abu.

“Kalau ada isu negative jangan dibiarin, karena nanti akan sulit. Kalau sudah sekali tercoreng memang, akan terus melekat. Makanya jangan dibiarkan,” pungkasnya.***


Editor : inilahkoran