Doni Salmanan Turun dari Mobil Mewah dan Tak Diborgol Saat Tiba di Bandung, Netizen: Itu Tersangka atau Saksi?

Netizen turut menyoroti kedatangan dan penampilan crazy rich Bandung, Doni Salmanan saat tiba di Bandung, Selasa 5 Juli 2022 kemarin.

Doni Salmanan Turun dari Mobil Mewah dan Tak Diborgol Saat Tiba di Bandung, Netizen: Itu Tersangka atau Saksi?
kedatangan dan penampilan Doni Salmanan saat tiba di Bandung menjadi sorotan netizen

INILAHKORAN, Bandung - Tersangka kasus penipuan investasi binary option melalui aplikasi Quotex, Doni Salmanan telah tiba di Bandung pada Selasa 5 Juli 2022 kemarin.

Doni Salmanan datang sekira pukul 09.00 WIB di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia datang menggunakan mobil dari Jakarta bersama penyidik Mabes Polri.

Kedatangan Doni Salmanan saat tiba di Bandung pun menjadi sorotan netizen. Pasalnya, dia terlihat turun dari mobil mewah dan tak mengenakan borgol.

Baca Juga: Chris Evans Resmi Gabung dengan Emily Blunt di Film Pain Hustlers Netflix

Dalam video yang diunggah di Instagram @rumpi_gosip, terlihat Doni Salmanan turun dari mobil mewah berwana putih.

Doni Salmanan yang datang dengan memakai batik coklat dan celana hitam itu pun terlihat santai.

Video kedatangan crazy rich Bandung itu pun langsung mendapat beragam komentar netizen.

Baca Juga: Lai Bui Bim Dkk, Kuartet Penyuap Rachmat Effendi Bekasi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin

Tak sedikit yang mempertanyakan kedatangan Doni Salmanan yang menggunakan mobil mewah dan tanpa diborgol serta memakai baju tahanan.

"Baju rapi tanpa borgol mobil bagus... Itu tsk apa saksi," tulis netizen @wap***.

"Luar biasa indonesia ya...pelaku penipuan dtng t4 sidang gk pake baju tahanan...gak naik mobil tahanan," sahut netizen lain @hdy.ning***

"Itu mobil tahanan atau pejabat penting tanpa ada baju hitam putih tanpa baju tahanan tanpa tangan di borgol asline dia itu di tahan atau mau CALEG ya?," kata @aditya_sel***.

Baca Juga: Sejumlah Seniman Terima Bantuan Alat Kesenian, Disparbud KBB Harapkan Hal Ini

Sebagai informasi, Doni Salmanan disangkakan Pasal 45a ayat (1) jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagaimana diubah dan Pasal 3 UURI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang atau Pasal 4 UURI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dengan pelanggaran sejumlah pasal undang-undang tersebut, pria bernama lengkap Doni Muhammad Taufik itu terancam pidana selama 20 tahun.***


Editor : inilahkoran